Nama : Achmad Rifai
Nim : 111-11-028
Dosen : Imam Mas Arum,M.Pd.
Mapel : Bahasa Indonesia
Judul : Apa Kabar, Cinta ?
Penulis : Izzatul Jannah
Penerbit : Era Intermedia
Cetakan ketujuh : Ramadhan 1430 H/September 2009
Tebal : 192 Halaman
“Ravenska Sovetzkaya adalah seorang gadis cantik berkulit putih, bermata kecoklatan dan berambut keriting pirang blasteran Jawa-Cheko. Dia mengarungi kehidupannya dengan berbagai gejolak yang sangat bertentangan dengan dirinya. Dari situlah dia menemukan jati dirinya dan juga sebuah cinta yang selama ini dicarinya”. Demikianlah sedikit sketsa dari novel yang berjudul “Apa Kabar, Cinta ?”.
Penulis novel ini bernama asli Setiawati Intan Savitri. Menggunakan nama Izzatul Jannah sejak memulai karir menulisnya di majalah remaja islam Annida tahun 1992. Dia lahir dari pasangan Zaini Abidin 1972. Mulai menulis sejak SD kelas lima di majalah anak-anak ANANDA. Dia mencoba menulis cerpen di majalah remaja seperti HAI, GADIS dan MODE, namun tidak pernah mulus karena belum pernah dimuat. Baru ketika dia hijrah ke penulisan cerpen islam, dia menemukan dunianya sehingga menjuarai berbagai lomba, antara lain : juara ke-3 lomba menulis cerpen islami Annida tahun 1993, juara ke-2 lomba penulisan artikel dan sastra islami Ash-Sholihah di tahun yang sama, juara harapan LMCPI Annida tahun 1995, dan juara ke-3 Ayahbunda yang diterbitkan dalam bentuk komik. Tiga buku yang sudah diterbitkan antara lain : Hingga Batu Bicara (kumpulan cerpen palestina), antologi bersama Helvy Tiana Rosa dan Maimon Herawati (Assy-Syamiil : 1999), kumpulan cerpen sendiri, Cahaya Di Atas Cahaya dan Berjuta Hidayah (Assy-Syamiil :2000).
Istri dari Banu Witono, S.E. ini, selain sibuk mengasuh dua putrinya, yaitu : Farhan dan Firna, dia sering diundang untuk berceramah di berbagai forum seminar dan pelatihan. Pernah menjadi tenaga pengajar di SDIT Nur Hidayah Surakarta, dia kini berencana lebih konsentrasi untuk menulis. Novel-novel berikutnya akan segera menyusul, insya Allah.
Dalam perjalanannya, Ravenska Sovetzkaya sedang mencari cinta. Bukan cinta antara dua manusia, namun cinta yang lebih indah dari itu : cinta kepada Illahi Rabbi. Dia menemukan banyak fenomena dalam perjalanannya. Keheranannya pada Pras, ketua Senat di kampusnya yang selalu menghindar dari tatapan matanya. Melalui kekaguman kepada Pras, Ravenska mulai mengerti akan kehidupan agama, dari cara penyampaian dakwah hingga ketika Pras melantunkan ayat-ayat Al-qur’an disetiap pagi dan sorenya. Namun ketika Pras meninggalkan dirinya ke alam yang lebih kekal, Ravenska mulai kehilangan pelita hidupnya. Mengguncangkan hatinya dan setengah menyadarkan dirinya betapa ringkihnya jiwa manusia. Dia berada dalam genggaman Dzat yang Maha Agung. Ravenska didera kebingungan, antara ketidakpercayaan akan adanya kehidupan yang kekal setelah melewati kehidupan dunia ini. Disatu sisi dia mengalami mimpi-mimpi tentang malaikat maut yang selalu menghantuinya. Namun, dia selalu mempunyai pertanyaan yang sangat besar pada dirinya, kemanakah mereka yang mati itu pergi ? Meskipun temannya bernama sofia telah menjelaskan yang begitu detailnya.
Perpaduan dua budaya Jawa dan Cheko membuatnya terseok ketika mencari cinta sejati, apalagi dua religi mempengaruhi pemikirannya. Lalu dia bertemu fenomena kemiskinan di daerah buruh. Bersama Siti, dia menyaksikan kedermawanan dr. Titi dan Sofia, da’iyah muda teman sekampusnya. Dari mereka dia mulai tak percaya ajaran papanya yang sosialis. Ternyata orang kaya seperti dr. Titi bukan musuh orang miskin seperti Siti, padahal permusuhan itulah yang selama ini diajarkan papanya.
Ravenska mulai percaya, tapi terpaksa kembali ke Philadelphia untuk mewarisi kekayaan papanya yang meninggal karena AIDS. Sayang, bahaya selalu menguntitnya. Piet, teman highschoolnya dulu, memorakporandakan kehidupannya. Apa yang terjadi kemudian ? Ravenska terpaksa masuk Rumah Sakit Jiwa. Selamatkah dia ? Sembukah dia ? Atau dia harus mati untuk bertemu dengan Kekasih Sejati yang dicarinya ?.
Dalam novel ini yang berjudul “Apa Kabar, Cinta ?” merupakan produk penerbit Era Intermedia yang menghadirkan kisah-kisah untuk remaja dan dewasa dengan bahasa ringan namun kental visi keislamannya. Selain itu, masih ada kekurangan dalam novel ini diantaranya ; alur ceritanya membingungkan, beberapa kalimatnya ada yang sulit dimengerti dan kata ganti orang “Aku” masih berubah-ubah, kata “Aku” ditujukan kepada Ravenska Sovetzkaya (hal 8), sedangkan pada (hal 67) kata “Aku” ditujukan kepada Romi, kemudian pada (hal 84) berubah menjadi Ravenska lagi.
Nim : 111-11-028
Dosen : Imam Mas Arum,M.Pd.
Mapel : Bahasa Indonesia
Judul : Apa Kabar, Cinta ?
Penulis : Izzatul Jannah
Penerbit : Era Intermedia
Cetakan ketujuh : Ramadhan 1430 H/September 2009
Tebal : 192 Halaman
“Ravenska Sovetzkaya adalah seorang gadis cantik berkulit putih, bermata kecoklatan dan berambut keriting pirang blasteran Jawa-Cheko. Dia mengarungi kehidupannya dengan berbagai gejolak yang sangat bertentangan dengan dirinya. Dari situlah dia menemukan jati dirinya dan juga sebuah cinta yang selama ini dicarinya”. Demikianlah sedikit sketsa dari novel yang berjudul “Apa Kabar, Cinta ?”.
Penulis novel ini bernama asli Setiawati Intan Savitri. Menggunakan nama Izzatul Jannah sejak memulai karir menulisnya di majalah remaja islam Annida tahun 1992. Dia lahir dari pasangan Zaini Abidin 1972. Mulai menulis sejak SD kelas lima di majalah anak-anak ANANDA. Dia mencoba menulis cerpen di majalah remaja seperti HAI, GADIS dan MODE, namun tidak pernah mulus karena belum pernah dimuat. Baru ketika dia hijrah ke penulisan cerpen islam, dia menemukan dunianya sehingga menjuarai berbagai lomba, antara lain : juara ke-3 lomba menulis cerpen islami Annida tahun 1993, juara ke-2 lomba penulisan artikel dan sastra islami Ash-Sholihah di tahun yang sama, juara harapan LMCPI Annida tahun 1995, dan juara ke-3 Ayahbunda yang diterbitkan dalam bentuk komik. Tiga buku yang sudah diterbitkan antara lain : Hingga Batu Bicara (kumpulan cerpen palestina), antologi bersama Helvy Tiana Rosa dan Maimon Herawati (Assy-Syamiil : 1999), kumpulan cerpen sendiri, Cahaya Di Atas Cahaya dan Berjuta Hidayah (Assy-Syamiil :2000).
Istri dari Banu Witono, S.E. ini, selain sibuk mengasuh dua putrinya, yaitu : Farhan dan Firna, dia sering diundang untuk berceramah di berbagai forum seminar dan pelatihan. Pernah menjadi tenaga pengajar di SDIT Nur Hidayah Surakarta, dia kini berencana lebih konsentrasi untuk menulis. Novel-novel berikutnya akan segera menyusul, insya Allah.
Dalam perjalanannya, Ravenska Sovetzkaya sedang mencari cinta. Bukan cinta antara dua manusia, namun cinta yang lebih indah dari itu : cinta kepada Illahi Rabbi. Dia menemukan banyak fenomena dalam perjalanannya. Keheranannya pada Pras, ketua Senat di kampusnya yang selalu menghindar dari tatapan matanya. Melalui kekaguman kepada Pras, Ravenska mulai mengerti akan kehidupan agama, dari cara penyampaian dakwah hingga ketika Pras melantunkan ayat-ayat Al-qur’an disetiap pagi dan sorenya. Namun ketika Pras meninggalkan dirinya ke alam yang lebih kekal, Ravenska mulai kehilangan pelita hidupnya. Mengguncangkan hatinya dan setengah menyadarkan dirinya betapa ringkihnya jiwa manusia. Dia berada dalam genggaman Dzat yang Maha Agung. Ravenska didera kebingungan, antara ketidakpercayaan akan adanya kehidupan yang kekal setelah melewati kehidupan dunia ini. Disatu sisi dia mengalami mimpi-mimpi tentang malaikat maut yang selalu menghantuinya. Namun, dia selalu mempunyai pertanyaan yang sangat besar pada dirinya, kemanakah mereka yang mati itu pergi ? Meskipun temannya bernama sofia telah menjelaskan yang begitu detailnya.
Perpaduan dua budaya Jawa dan Cheko membuatnya terseok ketika mencari cinta sejati, apalagi dua religi mempengaruhi pemikirannya. Lalu dia bertemu fenomena kemiskinan di daerah buruh. Bersama Siti, dia menyaksikan kedermawanan dr. Titi dan Sofia, da’iyah muda teman sekampusnya. Dari mereka dia mulai tak percaya ajaran papanya yang sosialis. Ternyata orang kaya seperti dr. Titi bukan musuh orang miskin seperti Siti, padahal permusuhan itulah yang selama ini diajarkan papanya.
Ravenska mulai percaya, tapi terpaksa kembali ke Philadelphia untuk mewarisi kekayaan papanya yang meninggal karena AIDS. Sayang, bahaya selalu menguntitnya. Piet, teman highschoolnya dulu, memorakporandakan kehidupannya. Apa yang terjadi kemudian ? Ravenska terpaksa masuk Rumah Sakit Jiwa. Selamatkah dia ? Sembukah dia ? Atau dia harus mati untuk bertemu dengan Kekasih Sejati yang dicarinya ?.
Dalam novel ini yang berjudul “Apa Kabar, Cinta ?” merupakan produk penerbit Era Intermedia yang menghadirkan kisah-kisah untuk remaja dan dewasa dengan bahasa ringan namun kental visi keislamannya. Selain itu, masih ada kekurangan dalam novel ini diantaranya ; alur ceritanya membingungkan, beberapa kalimatnya ada yang sulit dimengerti dan kata ganti orang “Aku” masih berubah-ubah, kata “Aku” ditujukan kepada Ravenska Sovetzkaya (hal 8), sedangkan pada (hal 67) kata “Aku” ditujukan kepada Romi, kemudian pada (hal 84) berubah menjadi Ravenska lagi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar